Senin, 21 Februari 2011

Persyaratan Pengajuan Sertifikasi Guru

1.      Persyaratan Umum
a.     Guru yang masih aktif mengajar di sekolah di bawah binaan Kementerian Pendidikan Nasional yaitu guru yang mengajar di sekolah umum, kecuali guru Agama. Sertifikasi guru bagi guru Agama (termasuk guru Agama yang memiliki NIP 13) dan semua guru yang mengajar di Madrasah (termasuk guru bidang studi umum yang memiliki NIP 13) diselenggarakan oleh Kementerian Agama dengan kuota dan aturan penetapan peserta dari Kementerian Agama. Sesuai Surat Edaran Bersama Direktur Jenderal PMPTK dan Sekretaris Jenderal Departemen Agama Nomor SJ/Dj.I/Kp.02/1569/2007, Nomor 4823/F/SE/2007 Tahun 2007.
b.     Guru yang diangkat dalam jabatan pengawas dengan ketentuan:
1) bagi yang bukandari guru harus diangkat sebelum berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru (1 Desember 2008), atau
2) bagi yang diangkatsetelah berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru tetapi memiliki pengalaman formal sebagai guru.
Contoh 1:
Seorang pengawas A yang tidak pernah menjadi guru dialihtugaskan dari pejabat struktural menjadi pengawas pada bulan September 2008. Pengawas A dapat mengikuti sertifikasi guru karena diangkat sebagai pengawas sebelum Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru ditetapkan.
Contoh 2:
Seorang pengawas B dialihtugaskandari pejabat struktural menjadi pengawas pada bulan Mei 2009. Pengawas B memiliki pengalaman mengajar selama 15 tahun sebagai guru Olahraga. Pengawas B dapat mengikuti sertifikasi guru meskipun diangkat sebagai pengawas setelah Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru ditetapkan karena pengawas B tersebut pernah menjadi guru.
Contoh 3:
Seorang pengawas C yang tidakpernah menjadi guru dialihtugaskan dari pejabat struktural menjadi pengawas pada bulan Mei 2009. Pengawas C tidak dapat mengikuti sertifikasi guru karena diangkat sebagai pengawas bukan dari guru setelah Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru ditetapkan.
c.    Guru bukan PNS harus memiliki SK sebagai guru tetap dari penyelenggara pendidikan, sedangkan guru bukan PNS pada sekolah negeri harus memiliki SK dari dinas pendidikan provinsi/ kabupaten/kota.
d.     Pada tanggal 1 Januari 2011 belum memasuki usia 60 tahun.
e.     Memiliki nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK).
2.     Persyaratan Khusus untuk Uji Kompetensi melalui Penilaian Portofolio
a.     Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) dari program studi yang memiliki izin penyelenggaraan
b.     Memiliki masa kerja sebagai guru (PNS atau bukan PNS) minimal 5 tahun pada suatu satuan pendidikan dan pada saat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen terbit yang bersangkutan sudah menjadi guru. (Contoh perhitungan masa kerja lihat urutan prioritas penetapan peserta pada Buku 1 Pedoman Penetapan Peserta, BAB III)
c.      Guru dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan yang belum memiliki kualifikasi akademik S-1/D-IV apabila sudah:
1)     Pada 1 Januari 2010 mencapai usia 50 tahun dan mempunyai pengalaman kerja 20 tahun sebagai guru, atau
2)     mempunyai golongan IV/a atau memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/a.
3.      Persyaratan Khusus untuk Guru yang diberi Sertifikat secara Langsung
a.    Guru dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan yang memiliki kualifikasi akademik magister (S-2) atau doktor (S-3) dari perguruan tinggi terakreditasi dalam bidang kependidikan atau bidang studi yang relevan dengan mata pelajaran atau rumpun mata pelajaran yang diampunya, atau guru kelas dan guru bimbingan dan konseling atau konselor, dengan golongan sekurang-kurangnya IV/b atau yang memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/b.
b.   Guru dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan yang memiliki golongan serendah-rendahnya IV/c atau yang memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/c.

Syarat Pengajuan Sertifikasi Guru

1.      Persyaratan Umum
a.     Guru yang masih aktif mengajar di sekolah di bawah binaan Kementerian Pendidikan Nasional yaitu guru yang mengajar di sekolah umum, kecuali guru Agama. Sertifikasi guru bagi guru Agama (termasuk guru Agama yang memiliki NIP 13) dan semua guru yang mengajar di Madrasah (termasuk guru bidang studi umum yang memiliki NIP 13) diselenggarakan oleh Kementerian Agama dengan kuota dan aturan penetapan peserta dari Kementerian Agama. Sesuai Surat Edaran Bersama Direktur Jenderal PMPTK dan Sekretaris Jenderal Departemen Agama Nomor SJ/Dj.I/Kp.02/1569/2007, Nomor 4823/F/SE/2007 Tahun 2007.
b.     Guru yang diangkat dalam jabatan pengawas dengan ketentuan:
1) bagi yang bukandari guru harus diangkat sebelum berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru (1 Desember 2008), atau
2) bagi yang diangkatsetelah berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru tetapi memiliki pengalaman formal sebagai guru.
Contoh 1:
Seorang pengawas A yang tidak pernah menjadi guru dialihtugaskan dari pejabat struktural menjadi pengawas pada bulan September 2008. Pengawas A dapat mengikuti sertifikasi guru karena diangkat sebagai pengawas sebelum Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru ditetapkan.
Contoh 2:
Seorang pengawas B dialihtugaskandari pejabat struktural menjadi pengawas pada bulan Mei 2009. Pengawas B memiliki pengalaman mengajar selama 15 tahun sebagai guru Olahraga. Pengawas B dapat mengikuti sertifikasi guru meskipun diangkat sebagai pengawas setelah Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru ditetapkan karena pengawas B tersebut pernah menjadi guru.
Contoh 3:
Seorang pengawas C yang tidakpernah menjadi guru dialihtugaskan dari pejabat struktural menjadi pengawas pada bulan Mei 2009. Pengawas C tidak dapat mengikuti sertifikasi guru karena diangkat sebagai pengawas bukan dari guru setelah Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru ditetapkan.
c.    Guru bukan PNS harus memiliki SK sebagai guru tetap dari penyelenggara pendidikan, sedangkan guru bukan PNS pada sekolah negeri harus memiliki SK dari dinas pendidikan provinsi/ kabupaten/kota.
d.     Pada tanggal 1 Januari 2011 belum memasuki usia 60 tahun.
e.     Memiliki nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK).
2.     Persyaratan Khusus untuk Uji Kompetensi melalui Penilaian Portofolio
a.     Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) dari program studi yang memiliki izin penyelenggaraan
b.     Memiliki masa kerja sebagai guru (PNS atau bukan PNS) minimal 5 tahun pada suatu satuan pendidikan dan pada saat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen terbit yang bersangkutan sudah menjadi guru. (Contoh perhitungan masa kerja lihat urutan prioritas penetapan peserta pada Buku 1 Pedoman Penetapan Peserta, BAB III)
c.      Guru dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan yang belum memiliki kualifikasi akademik S-1/D-IV apabila sudah:
1)     Pada 1 Januari 2010 mencapai usia 50 tahun dan mempunyai pengalaman kerja 20 tahun sebagai guru, atau
2)     mempunyai golongan IV/a atau memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/a.
3.      Persyaratan Khusus untuk Guru yang diberi Sertifikat secara Langsung
a.    Guru dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan yang memiliki kualifikasi akademik magister (S-2) atau doktor (S-3) dari perguruan tinggi terakreditasi dalam bidang kependidikan atau bidang studi yang relevan dengan mata pelajaran atau rumpun mata pelajaran yang diampunya, atau guru kelas dan guru bimbingan dan konseling atau konselor, dengan golongan sekurang-kurangnya IV/b atau yang memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/b.
b.   Guru dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan yang memiliki golongan serendah-rendahnya IV/c atau yang memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/c.

Pemikiran Ateis

Ateis

Ateis adalah orang yang melihat dunia dalam sudut pandang ateisme.
Berikut adalah definisi ateis yang diberikan pada mahkamah agung AS dalam kasus Murray v. Curlett, 374 U.S. 203, 83 S. Ct. 1560, 10 L.Ed.2d (MD, 1963), untuk membuang pembacaan injil dan doa di sekolah negeri AS.
Ateis mencintai sesama manusia, bukan Tuhan.
Ateis percaya kalau 'surga' adalah sesuatu yang harus kita usahakan sekarang – di bumi ini agar semua manusia dapat menikmatinya.
Ateis percaya kalau ia tidak dapat dibantu dengan doa tapi ia harus menemukan kesadaran dalam dirinya, dan kekuatan, untuk menghadapi kehidupan, berjuang, mengatasinya, dan menikmatinya.
Ateis percaya kalau hanya dalam pengetahuan dirinya sendiri dan sesama manusia ia dapat memahami hal-hal yang dapat membantu pemenuhan potensi dirinya dalam hidup.
Ateis ingin mengenal dirinya sendiri dan sesama manusia, bukan mengenal tuhan.
Ateis percaya bahwa kita harus membangun rumah sakit, bukan rumah ibadah.
Ateis percaya kalau waktu harus dimanfaatkan bukan untuk dibuang percuma dalam bentuk ibadah.
Ateis berjuang untuk keterlibatan dalam kehidupan dan tidak melarikan diri pada kematian.
Ateis ingin agar penyakit ditaklukkan, kemiskinan dilenyapkan, perang dihentikan.
Ateis ingin manusia saling memahami dan mengasihi sesama manusia.
Ateis ingin hidup secara etis.
Ateis percaya kalau kita tidak dapat bertopang pada tuhan atau doa atau harapan hilangnya masalah di hidup sesudah mati.
Ateis percaya kalau kita bertanggungjawab pada keselamatan sesama manusia, hidup kita sendiri, dan alam ini, dan hal itu harus dilakukan sekarang dan saat ini juga.

Tokoh-tokoh ateis terkenal

Peradaban Merlung & Tungkal Ulu

Sebelum Penulis mengurai lebih jauh menulis tentang Asal Usul peradaban Merlung Tungkal Ulu, Permohonan maaf apabila dalam tulisan ini ada yang tidak sesuai dengan yang sebenarnya ini dikarenakan penulis bukanlah ahli sejarah juga bukan sesepuh yang memang mengetahui lebih jauh tentang Asal Usul peradaban Merlung Tungkal Ulu, tulisan ini hanyalah sebatas pendapat penulis tentang Asal Usul peradaban Merlung Tungkal Ulu dengan melihat sejarah – sejarah wilayah Merlung Tungkal Ulu, Tanjab Barat dan Jambi dari berbagai sumber dan pendapat arkeolog (sistem googling)

Sebagaimana kita ketahui Tanjung Jabung Barat merupakan satu –satunya Kabupaten yang sungai – sungainya tidak bermuara ke Sungai Batang Hari, semua sungai yang ada di Tanjung Jabung Barat menyatu di sungai Pengabuan, selain itu kabupaten ini merupakan kabupaten paling heterogen penduduknya di Provinsi Jambi. Kita Ketahui Kerajaan melayu tua di jambi pada abad ke 7 M itu berada di wilayah aliran batang hari sedangkan dahulu tranportasi utama adalah melalui sungai namun ini tidak memungkinkan kalu orang – orang zaman kerajaan melayu tua sudah memiliki pengetauan yang maju yang memungkinkan kekuasaan sampai kepedalam.


Dari riwayat berdasarkan kerapatan/musyawarah dari para Penghulu, Kepala dusun, dan Rio Marga Tungkal Ulu pada tahun 1968 akhir yang dilaksanakan selama 7 hari 7 malam di Pelabuhan Dagang. Adapun nara sumbernya berasal dari sesepuh, orang tuo-tuo dan salah satunya Rio Lubuk Bernai yang tertuo yaitu Rio Muhammad Aji, dari Merlung yaitu Hamzah bin H Tayeb, dari Lubuk Kambing Rio Sigeh, dari Penyabungan yaitu Penghulu Zulkifli, dari Dusun Mudo yaitu Raden Ibrahim, Pelabuhan Dagang yaitu H. Abdullah Riva’I dan lain-lain yang tidak di sebutkan satu persatu namanya, kemudian diceritakan kembali oleh Ketua Lembaga Adat Kecamatan Merlung (Rajo Bujang) yang pada waktu itu juga terlibat dalam kerapatan/musyawarah tersebut. Sedangkan nara sumber dari Tungkal Ilir didapat dari Ketua Lembaga Adat Kabupaten Tanjung Jabung Barat yaitu H.Nangyu dan hasil tulisan dari Thamrin Busra yang nara sumbernya juga berasal dari H. Nangyu, H.Hasan, Guru H.Thaib dan M.Thahir (mantan Penghulu Betara Kanan). menyebutkan kalau merlung berasal Pariang Padang Panjang yang disebut kelompok 199 dipimpin Datu Andiko (baca sejarah Merlung sebelumya) dan sebelum masuknya utusan Raja Johor. namun sebelumnya merlung - Tungkal Ulu sudah dihuni oleh manusia seperti di Merlung, Tanjung Paku, Suban yang sudah dipimpin oleh seorang Demong dikatakan berasal dari Aceh/ Samudra Pasai. Kelompok ini peninggalan zaman kerajaan hindu singosari atau mungkin sriwijaya atau Peninggalan dari bagian Kerajaan Melayu Kuntala.

Dalam tulisan ini penulis hanya mengeluarkan pendapat asal usul peradaban Merlung - Tungkal Ulu di bawah abad 17 Masehi. Memberikan pendapat tentang penduduk yang ada sebelum kedatangan kelompok 199 merupakan peninggalan dari Kerajaan Melayu Kuntala dibawah takhlukan singosari.

Kalau memang penduduk yang telah ada sebelum kedatangan rombongan 99 yang dipimpin Datuk Andiko berasal dari peninggalan kerajaan Melayu Kuntala, ini menunjukan peradaban merlung telah ada antara abad 5 M sampai dengan 7 M meningat kerajaan melayu kuntala atau kantoli telah berdiri sekitar abad 5 - 6M dan Pada abad ke-7 kerajaan ini menghilang, mungkin dikarenakan munculnya dua kerajaan lain di pantai timur Sumatera yakni; Malayu (Jambi) dan Sriwijaya (Palembang). Mungkinkah kerajaan Melayu Kuntala memang berada di daerah ini sebagaimana pendapat Mulyanan (1981), toponim Kan-to-li sama dengan Kuntala atau Tungkal. Jadi kerajaan Kan-to-li berada di pedalaman sungai Tungkal, Jambi. Negeri Kan-to-li telah tenggelam pada permulaaan abad ke-7 masehi. Coba kita simak hasil search engine penulis berikut ini:

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Kerajaan Kandali
Kerajaan Kandali atau Kantoli merupakan kerajaan yang belum dapat diidentifikasi lokasi keberadaannya. Mayoritas sejarawan berpendapat, Kandali (Kuntala) terdapat di pantai timur Sumatera di sekitar Jambi sekarang. Kerajaan ini muncul pada abad ke-5 - 6 Masehi, dimana hal ini merujuk dari sumber Cina, yang menyatakan bahwa Kan-to-li (Kandali) telah berkali-kali mengirim utusan mulai tahun 441 – 563 Masehi. Pada abad ke-7 kerajaan ini menghilang, mungkin dikarenakan munculnya dua kerajaan lain di pantai timur Sumatera yakni; Malayu (Jambi) dan Sriwijaya (Palembang).

Asal Usul

Menurut S. Sartono (1992), akibat dari pendangkalan Teluk Wen diduga telah menyebabkan sulitnya kapal-kapal dagang untuk merapat sampai ke pelabuhan Muara Tebo, sehingga fungsi pelabuhan tersebut sebagai pelabuhan samudera tidak lagi dapat dipertahankan. Negara Koying sebagai penguasa wilayah Teluk Wen terpaksa memindahkan pelabuhan dagang dari Teluk Wen ke darah pantai timur di sekitar daerah Kuala Tungkal sekarang.

Pelabuhan di pantai timur Sumatera itu mulai difungsikan sebagai pelabuhan samudera yang dapat dilabuhi kapal-kapal besar untuk menggantikan fungsi pelabuhan Teluk Wen, dan pelabuhan Teluk Wen difungsikan sebagai pelabuhan penyangga bagi kapal-kapal kecil yang melayani bongkar muat barang-barang dagang penduduk negeri Kerinci dan sekitarnya. Dari sini kemudian baru dibawa ke pelabuhan samudera di pantai Kuala Tungkal.

Pada akhirnya negara Koying melepaskan daerah pantai timur dan mendorong terbentuknya pemerintahan baru yang disebut dengan kerajaan Kantoli (Kuntal). Kerajaan ini diperkirakan berdiri pada abad ke-5 Masehi. Antara negara Koying dengan kerajaan Kuntal terjalin persahabatan yang baik.

Keberadaan Kerajaan Kandali
Nama Kantoli atau Kandali telah dikenal oleh pemerintahan Kaisar Hsiau-wu (459-464). Menurut catatannya, raja dari Kandali bernama Sa-pa-la-na-lin-da memerintahkan utusannya bernama Taruda untuk pergi ke negeri Cina.

Dari kitab sejarah dinasti Liang diperoleh keterangan bahwan antara tahun 430-475 M, beberapa kali utusan dari Ho-lo-tan dan Kan-t’oli datang di Cina, ada juga utusan dari To-lang – P’o-hwang.[1] Kantoli terletak di salah satu pulau di laut selatan. Adat kebiasaanya serupa di Kamboja dan Campa. Hasil negerinya yang terutama pinang, kapas dan kain-kain berwarna. Sedangkan dalam kitab sejarah dinasti Ming disebutkan bahwa San-fo-tsi dahulu disebut juga Kan-to-li.

Menurut G. Farrand, Kan-to-li di dalam berita Cina ini mungkin sama dengan Kandari yang terdapat dalam berita Ibnu Majid yang berasal dari tahun 1462. Karena San-fo-tsi dahulu juga disebut Kan-to-li, sedangkan San-fo-tsi diidentifikasikan sengan Sriwijaya, maka Farran menafsirkan Kan-to-li terletak di Sumatera dengan pusatnya di Palembang.

Sementara itu J.L. Moens mengidentifikasikan singkil Kendari dalam berita Ibnu Majid dengan Kan-to-li didalam kitab sejarah dinasti Liang dan Ming. Sedangkan yang dimaksud dengan San-fo-tsi ialah Kerajaan Malayu.

Pendapat lain mengenai Kan-to-li ditekukakan oleh J.J. Boeles. Ia mengatakan bahwa Kan-to-li yang disebut di dalam berita Cina itu mungkin berada di Thailand Selatan. Pendapatnya ini didasarkan atas adanya sebuah desa yang bernama Khantuli di Pantai Timur Thailand Selatan. Pendapat Boeles ini ditentang oleh O.W. Wolters, ia mengatakan bahwa Kan-to-li tidak mungkin ada di Thailand Selatan, karena di desa Khantuli sama sekali tidak ditemukan keramik Cina dari zaman Song lama. Ia cenderung untuk menempatkan Kan-to-li di Palembang, karena San-fo-tsi biasa dihubungkan dengan Palembang. Identifikasi Kan-to-li dengan Kandali atau Singkil Kendari juga dikemukakan oleh Obdeyn. Oleh karena Kan-to-li dianggap sama dengan San-fotsi, maka kemungkinan besar Kan-to-li di Sumatera Selatan. Tetapi pendapat umum di antara para ahli ialah, bahwa Kan-to-li diperkirakan di Pantai timur Sumatera bagian Selatan, yang daerah kekuasaannya meliputi daerah Jambi dan Palembang.

Dari kutipan di atas jelaslah kiranya bahwa sesungguhnya tidak ada pegangan sedikitpun yang dapat dijadikan titik tolah untuk melangkah lebih lanjut. Untuk menetapkan bahwa Kan-to-li adalah Malayu hanya berdasarkan berita Cina yang menyebutkan bahwa “San-fo-tsi dahulu disebut juga Kan-to-li kiranya belum memberi suatu kepastian, karena masih perlu dikaji secara khusus apakah rumus aljabar yang diterapkan ini pada tempatnya.

Sanusi Pane (1955) menyebutkan sejarah Tiongkok menyebut Kan-to-li, dimana kerajaan itu mengirim utusan penghabisan kalinya ke Tingkok di tahun 563 Masehi. Hampir boleh dipastikan, bahwa kerajaan itu terletak di Sumatera dan nama yang sebenarnya adalah Kandari.

Di daerah Jambi diyakini ada dua kerajaan kecil yang mulai muncul sekitar awal abad ke-5 M yakni kerajaan Ho-lo-tan dan Kan-to-li. Dalam sejarah dinasti Sung (960-1280 M) Holotan terletak di She-po atau Thu-po. Menurut pendapat Sartono (1978), She-po atau Thu-po dianggap sama dengan Tebo sekarang, yakni Muara Tebo. Di pinggiran sungai Batanghari dijumpai sebuah pemukiman kuno bernama Ke-do-tan. Masih perlu penelitian tentang toponim Ho-lo-tan dengan Ke-do-tan secara seksama.

Kerajaan kedua yang telah menjalin hubungan dengan Cina adalah kerajaan Kan-to-li. Menurut sumber Cina, kerajaan Kan-to-li telah berkali-kali mengirim utusan mulai tahun 441 – 563 M. Menurut pendapat Mulyanan (1981), toponim Kan-to-li sama dengan Kuntala atau Tungkal. Jadi kerajaan Kan-to-li berada di pedalaman sungai Tungkal, Jambi. Negeri Kan-to-li telah tenggelam pada permulaaan abad ke-7 masehi.

Menurut catatan yang dibuat dalam pemerintahan kaisar Wu dari dinasti (wangsa) Liang (502-549), kerajaan Kandali mengirim utusannya ke Cina pada tahun 502, 519 dan 520. Dilaporkan juga bahwa kerajaan Kandali berada di laut selatan dan adat kebiasaan penduduknya seperti Kamboja dan Campa. Hasil buminya meliputi; bahan pakaian berbunga (tenun ikat), kapas, dan pinang bermutu tinggi.

Sejarah dinasti Ming (1268-1643) mengemukakan bawha San-fo-tsi dulu disebut Kandali. Jadi mungkin Kandali terletak di wilayah San-fos-tsi, atau Kandali menjadi jajahan San-fo-tsi dalam hal San-fo-tsi identik dengan Sriwijaya (Muliana 1981). Menurut catatan Cina kerajaan San-fo-tsi berada di Laut Selatan antara Kemboja (Chen-la) dan She-po (Jawa). Raja San-fo-tso bersemanyam di Chan-pei (Jambi).

Menurut Mulyana (1981), tuponim Kandali dan Kantoli yang berada di sekitar Jambi, mungkin berasal dari India Selatan. Kedua tuponim, yakni Kandali dan Kantoli, berasal dari transliterisasi Cina suatu tempat yang belum diketahui hingga sekarang, sepertinya Benggala – Benggali, Ghandara – Ghandari, Badara – Badari, Kuntala – Kuntali, Kantoli – Kandali. Lebih jauh dikemukakan bahwa gophala diucap ghopal, Sanjaya sebagai Sanjay, Sriwijaya sebagai Sriwijay. Kuntala sebagai Kuntal dan juga Tungkal. Di Sumatea Timur terdapat sungai Tungkal yang bagian hulunya bernama sungai Pengabuan dan hilirnya bernama sungai Tungkal yang bermuara di Kuala Tungkal. Dalam penjumlahan negara Laut Selatan yang mengirim utusan ke Cina, oleh I Tsing tidak disebut-sebut tentang kerajaan Kuntala (Kandali, Kantoli). Nasib negera ini selanjutnya juga tidak diketahui, mungkin dikuasai oleh Jambi. Yang jelas, pada abad ke-7, muncul dua kerajaan di pantai timur Sumatera yakni: Moloyu (Malayu, Jambi) dan Sriwijaya (Palembang). Dalam perkembangan selanjutnya antara sekitar 670-742 Masehi Shih-li-fo-shih dianggap sebagai Sriwijaya dan antara 853 – 1037 Masehi sebagai San-fo-tsi.


Wah, kalu ini emang benar boleh dikatakan melayu yang ada di daerah kita jauh lebih dulu ada dari kerajaan Melayu Jambi (abad 7). Tapi sayang bukti – bukti sejarah itu tidak ada, jangankan bentuk bangunan, bekas jejak kehidupanpun tak ada (cerita –cerita dari pendahulu juga tidak ada) Dari pendapat arkeolog tersebut diatas mengatakan bahwa Kerajaan Kantoli (Kuntala) terdapat di pedalaman Sungai Tungkal atau disebut sekarang Sungai Pengabuan, pedalaman berarti daerah hulu Sungai Pengabuan. Sebelumnya dari hasil musyawrah tahun 1968 oleh pari tetua desa Merlung dan Tungkal Ulu serta Tungkal Ilir menyebutkan bahwa didaerah Merlung - Tungkal Ulu telah terdapat penduduk seperti di Merlung, Tanjung Paku, Suban sebelum kedatangan Kelompok 199 yang dipimpin oleh Datuk Andiko pada abad 17 sedangkan kuala tungkal belum ada penduduk sama sekali. Namun penduduknya hanya sedikit, pendapat saya sebagian penduduknya berpindah akibat dari musim kemarau yang panjang dan mengakibatkan sungai pengabuan kering, sama yang dilakukan oleh kelompok 199 yang dipimpin Datuk Andiko, namun ketika rombongan sampai di Kawasan Merlung – Tungkal Ulu hujan deras pun datang dan sungai Pengabuan kembali mengalir sehinggah kelompok 199 yang kemudian hanya 99 (baca sejarah Sebelumnya) menetap di daerah ini. Masalah bentuk peninggalan sejarah berbentuk bangunan belum ada, ini mungkin dikarenakan bangunan pada masa itu masih menggunakan kayu bukan batu, mengingat daerah ini tidak terdapat batuan alam yang besar dan mungkin penengetahuan manusia pada saat itu belum tinngi, atau mungkin peninggalan tersebut terkubur dalam tanah menginggat Kerajaan Kuntala muncul dan berakhir dari abad 5 – 7 M.

Ada lagi yang menarik, asal usul nama sungai Pengabuan menurut cerita berasal dari sejarah paham agama Hindu yang pada waktu itu menganggap sungai ini adalah salah satu sungai suci. Karena sungai ini adalah satu-satu sungai yang ada di sebelah timur Pulau Sumatera relatif jauh di air pasang sampai 7 – 8 jam perjalanan sedangkan sungai lain tidak seperti itu. Sungai ini dianggap suci sehingga menjadi tempat pembuangan abu-abuan mayat umat Hindu apabila telah dibakar. Asal kata Kubu-kubuan istilah Johor juga melekat menjadi Pengabuan. Sehingga kata kubu-kubuan dan abu-abuan digabungkan menurut alkisah menjadilah nama Pengabuan, Batang Sungai Pengabuan sekarang. Kalu kita hubungkan dengan kerajaan melayu kuntala dan sungai pengabuan memang ada hubungan, mengingat Melayu Kuntala adalah penganut agama hindu.

Salah satu kata Kuntala yang masih kita dengar sampai saat sekarang dan tidak asing adalah Lapangan Kuntala Merlung. Menjadi pertanyaan kita, apa alasan pendahulu kita menamai lapangan bola tersebut dengan Kuntala? Ayo pikir....

Ayo kita semua berpikir asal usul kita, nenek moyang kita. Kita buka misteri di balik asal usul peradaban di merlung tungkal ulu. Ingat, sejarah merupahkan indentitas suatu inividu, indentitas suatu daerah, indentitas sebuah bangsa. Mudah- mudahan suatu saat keajaiban itu muncul membuktikan sejarah asal usul peradaban di kawasan merlung tungkal ulu. Sejarah tak pernah berbohong namun pencatatan sejarah tidak ada yang benar – benar pasti.

Walaupun tulisan di atas jauh dari kebenaran tapi setidaknya kita tau asal usul kita dengan mengungkap misteri dibalik sejarah tersebut. Kebenaran letak kerajaan kuntala tersebut menurut penulis jauh dari kebenaran, jadi saya mohon tulisan ini jangan dianggap sebuah kebenaran, ini hanya memancing agar ada yang mau lebih mendalam meneliti sejarah Peradaban di Merlung – Tungkal Ulu.

Minggu, 20 Februari 2011

Sejarah Ahmadiyah

Riwayat Awal

Ahmadiyah merupakan sekte atau gerakan sempalan dalam Islam yang menggeliat di awal abad 20, tepatnya pada 1889, di mana lahir Jemaat Muslim Ahmadiyah. Akarnya adalah sebagian keyakinan bahwa akhir zaman telah tiba, dan pembawa gerakan ini Mirza Ghulam Ahmad merupakan orang yang terpilih sebagai Messiah atau dalam keyakinan Islam disebut sebagai Al-Mahdi yang akan menuntun umat manusia kepada Islam sebenarnya.

Ajaran yang mengambil Islam Sunni sebagai rujukan ini berkembang di Inggris, tentu saja berkat kebijakan kolonialis Inggris di tanah Hindustan, yang tidak begitu mencampuri urusan Agama dan keyakinan. Faktanya, pada masa itu, umat Islam di tanah Hindustan lebih memperhatikan bagaimana hubungan antara kaum Muslim dan Hindu, setelah kerajaan Mughal sebagai kerajaan Islam terakhir di India jatuh di bawah kaki Inggris.

Pada babakan berikutnya, jamaah Ahmadiyah terbagi dalam dua kepemimpinan. Yakni Jamaah Ahmadiyah di Qodyan, dan Jamaah Ahmadiyah di Lahore. Secara prinsip tidak ada perbedaan mendasar dari keduanya. Namun yang lebih prinsipil, jemaah Lahore tidak mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi, melainkan sebagai pembaharu saja.

Berkembang di Tengah Ketidakpastian

Faktor lain yang menumbuhkembangkankan gerakan Ahmadiyah adalah jatuhnya kekhalifahan Usmaniyah. Kemudian, diikuti dengan dikuasainya Ka’bah di Mekkah oleh keluarga Saud yang menginduk gerakan Islam Wahabbi.

Selain itu, terdapat gerakan pembaharuan pan-Islamisme yang dibawakan oleh Jamaludin Al Afghani menegaskan bahwa Islam tidak harus berbentuk Kekhalifahan, sehingga muslim di dunia berhak membangun negara atau bangsanya sendiri. Maka di penjuru bumi muncullah gerakan Islam serupa yang membawa jenis pemimpin rohani yang bermacam-macam bentuknya, dari Salafi, Mujadidi, Tarikat, Sufi, dsb.

Situasi umat Islam sangat tidak jelas. Harus menginduk ke mana? Harus mengacu kepada siapa? Karena itulah ketika Mirja Ghulam Ahmad mengakui bahwa dirinya adalah salah seorang pembaharu Islam, hal ini sangat menarik bagi umat muslim Hindustan yang membutuhkan kepastian kepemimpinan rohani.

Ajaran Mirza Ghulam Ahmad mendapat tempat, karena memang situasi umat Islam pascaruntuhnya kekhalifahan terakhir begitu menderita di tengah kolonialisme barat. Bagi umat Islam pengikut Mirza Ghulam Ahmad, kondisi dunia seolah mendekati kiamat. Maka tidak heran ajaran Ahmadiyah tumbuh pesat. Saat ini di Pakistan saja pengikutnya berjumlah 4 juta Jiwa. Dan secara keseluruhan di dunia jumlah pengikutnya mencapai 150 juta orang.

Kontroversi Aqidah

Sisi kontroversial dari keyakinan yang dibawa oleh pembaharuan gerakan Ahmadiyah adalah status dari Mirza Ghulam Ahmad sendiri. Dirinya mengakui mendapatkan nubuwat atau ilham kenabian. Padahal Islam menolak Nabi dan Rasul lain setelah Muhammad SAW.

Selain itu, terdapat beberapa perbedaan mencolok dari keyakinan Islam secara umum, yang berkaitan dengan masalah nubuwat mengenai kiamat, dan beberapa permasalahan dasar Aqidah, yang bagi umat Islam sudah final tidak bisa diutak-atik lagi.


Bersamaan dengan kontroversi itu. Adalah rentetan kekerasan atas nama Agama di seluruh penjuru dunia. Karena bagi umat Islam mainstream, apa yang dilakukan oleh Ahmadiyah merupakan penodaan terhadap kesucian Islam. Tidak heran umat Islam mengabaikan sumbangsih yang telah diberikan oleh pengikut Ahmadiyah, dan menyebutnya sebagai sumbangsih dari nonmuslim.

Saat Ini

Memasuki tahun-tahun awal millenium, ajaran mengenai hari akhir masih laku dijual. Bahkan, film tentang kiamat dengan spesial efek yang hebat: 2012 dikerumuni antrean penonton. Ini bisa dikategorikan bahwa ajaran Ahmadiyah masih bisa bertahan hidup dan semakin banyak pengikutnya. Walaupun, tidak semua kalangan mengindikasikannya demikian.

Ajaran Ahmadiyah ini ditolak di banyak negara Muslim, termasuk di Indonesia. Tetapi, dengan lindungan kebebasan dan humanisme yang modern, aksi menghalangi peribadatan Ahmadiyah, bisa dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap hak asasi manusia.***

Sejarah Rambut Kribo & Gimbal


Lepas dari pandangan Orang-orang umum Dreadlock mempunyai filosofi tersendiri

Lepas dari perawatan rambut, secara alami rambut akan menyatu bersama membentuk knot dan kusut atau disebut dreadlocks. Dreadlock merupakan fenomena universal. Spiritualist dari semua kepercayaan dengan latar belakangnya memasukan kedalam jalur ajarannya dengan tidak memperdulikan penampilan fisik dari individu penganut kepercayaan tersebut. Para pendatang terkadang tidak menyisir dan memotong rambutnya atau bahkan sebaliknya dengan menutup rambutnya. Disinilah bagaimana dreadlocks lahir.

Orang Nazaret adalah masyarakat yang paling mengerti dalam mengembangkan dreadlocks. Di timur, Yogis, Gyanis dan Tapasvis dari semua sekte adalah pembawa dreadlocks yang terkenal.


Dreadlocks kemudian secara universal merupakan simbol spiritual dengan pengertian bahwa penampilan fisik tidak penting. Dreadlocks tidak hanya sekedar simbol pernyataan yang tidak memperdulikan penampilan fisik individu. Tradisi orang barat dan timur percaya bahwa energi jasmani, mental dan spiritual keluar melalui bagian atas tubuh kita, melalui kepala dan rambut; yang dapat menjaga seseorang menjadi lebih kuat dan sehat.

Gambar Madusa :
Contoh dari tradisi masyarakat barat adalah cerita kitab suci “Samson” yang tak terkalahkan, namun ketika Delilah memotong “7 locks” dari rambutnya, pada akhirnya Samson dapat terkalahkan. Pada cerita India klasik, para pelajar rohani spiritual yang dengan kepercayaannya pada kitab suci injil, mereka menjadikan dreadlocks sebagai pemecah kesombongan dari penampilan fisik antar mereka dan menolong mereka dalam perkembangan kekuatan jasmani, mental dan spiritual.




Ketika dunia masuk kedalam era industri, dreadlocks sudah dapat dilihat dimana-mana selain India . Pada abad ke 20, pergerakan sosial-agama bermulai di Harlem New York oleh Marcus Garvey, menemukan antusiasisme dreadlocks diantara populasi masyarakat negro di Jamaica . Group ini mengambil pengaruh dari 3 sumber utama, yaitu: Perjanjian Lama dan Baru dari Alkitab, Budaya Suku Afrika dan Budaya Hindu yang dapat menembus serangan budaya di Hindia barat.


Pengikut dreadlocks menyebut diri mereka “Dreads”, menandakan mereka mempunyai dread, takut dan respek kepada Tuhan. Dengan referensi yang berasal dari agama Hindu dan Kristen. Rambut “dread” yang tumbuh matted locks (kusut dan terbentuk knot) kemudian oleh masyarakat dunia disebut “Dreadlocks” – model rambut para dread.

Perkembangan selanjutnya, para dread lebih fokus kepada Kaisar Ethiopia Ras Tafari, Haile Selassie dan melalui dialah muncul penganut rastafari, “Rastafarians” . Di awal 1900-an, dreadlocks diambil alih oleh penganut rastafari sebagai tambahan terhadap fungsi asli agama dan arti pentingnya spiritual sebagai simbol potensi sosial yang baik. Saat ini dreadlocks merupakan hal yang sungguh-sungguh spiritual, natural dan supernatural power dan sebagai pernyataan anti kekerasan, keselarasan, kebersamaan dan dapat saling bersosialisasi serta solidaritas antar sesama tanpa menekan minoritas.

Selain Bob Marley dan Jamaika, rambut gimbal atau lazim disebut “dreadlocks” menjadi titik perhatian dalam fenomena reggae. Saat ini dreadlock selalu diidentikkan dengan musik reggae, sehingga secara kaprah orang menganggap bahwa para pemusik reggae yang melahirkan gaya rambut bersilang-belit (locks) itu. Padahal jauh sebelum menjadi gaya , rambut gimbal telah menyusuri sejarah panjang.

Konon, rambut gimbal sudah dikenal sejak tahun 2500 SM. Sosok Tutankhamen, seorang fir’aun dari masa Mesir Kuno, digambarkan memelihara rambut gimbal. Demikian juga Dewa Shiwa dalam agama Hindu. Secara kultural, sejak beratus tahun yang lalu banyak suku asli di Afrika , Australia dan New Guinea yang dikenal dengan rambut gimbalnya. Di daerah Dieng, Wonosobo hingga kini masih tersisa adat memelihara rambut gimbal para balita sebagai ungkapan spiritualitas tradisional.

Membiarkan rambut tumbuh memanjang tanpa perawatan, sehingga akhirnya saling membelit membentuk gimbal, memang telah menjadi bagian praktek gerakan-gerakan spiritualitas di kebudayaan Barat maupun Timur. Kaum Nazarit di Barat, dan para penganut Yogi, Gyani dan Tapasvi dari segala sekte di India, memiliki rambut gimbal yang dimaksudkan sebagai pengingkaran pada penampilan fisik yang fana, menjadi bagian dari jalan spiritual yang mereka tempuh. Selain itu ada kepercayaan bahwa rambut gimbal membantu meningkatkan daya tahan tubuh, kekuatan mental-spiritual dan supernatural. Keyakinan tersebut dilatari kepercayaan bahwa energi mental dan spiritual manusia keluar melalui ubun-ubun dan rambut, sehingga ketika rambut terkunci belitan maka energi itu akan tertahan dalam tubuh.


Seiring dimulainya masa industrial pada abad ke-19, rambut gimbal mulai sulit diketemukan di daerah Barat. Sampai ketika pada tahun 1914 Marcus Garvey memperkenalkan gerakan religi dan penyadaran identitas kulit hitam lewat UNIA, aspek spiritualitas rambut gimbal dalam agama Hindu dan kaum tribal Afrika diadopsi oleh pengikut gerakan ini. Mereka menyebut diri sebagai kaum “Dread” untuk menyatakan bahwa mereka memiliki rasa gentar dan hormat (dread) pada Tuhan. Rambut gimbal para Dread iniah yang memunculkan istilah dreadlocks—tatanan rambut para Dread. Saat Rastafarianisme menjadi religi yang dikukuhi kelompok ini pada tahun 1930-an, dreadlocks juga menjelma menjadi simbolisasi sosial Rasta (pengikut ajaran Rastafari).



Simbolisasi ini kental terlihat ketika pada tahun 1930-an Jamaika mengalami gejolak sosial dan politik. Kelompok Rasta merasa tidak puas dengan kondisi sosial dan pemerintah yang ada, lantas membentuk masyarakat tersendiri yang tinggal di tenda-tenda yang didirikan diantara semak belukar. Mereka memiliki tatanan nilai dan praktek keagamaan tersendiri, termasuk memelihara rambut gimbal. Dreadlocks juga mereka praktekkan sebagai pembeda dari para “baldhead” (sebutan untuk orang kulit putih berambut pirang), yang mereka golongkan sebagai kaum Babylon —istilah untuk penguasa penindas. Pertengahan tahun 1960-an perkemahan kelompok Rasta ditutup dan mereka dipindahkan ke daerah Kingston , seperti di kota Trench Town dan Greenwich, tempat dimana musik reggae lahir pada tahun 1968.

Ketika musik reggae memasuki arus besar musik dunia pada akhir tahun 1970-an, tak pelak lagi sosok Bob Marley dan rambut gimbalnya menjadi ikon baru yang dipuja-puja. Dreadlock dengan segera menjadi sebuah trend baru dalam tata rambut dan cenderung lepas dari nilai spiritualitasnya. Apalagi ketika pada tahun 1990-an, dreadlocks mewarnai penampilan para musisi rock dan menjadi bagian dari fashion dunia. Dreadlock yang biasanya membutuhkan waktu sekitar lima tahun untuk terbentuk, sejak saat itu bisa dibuat oleh salon-salon rambut hanya dalam lima jam! Aneka gaya dreadlock pun ditawarkan, termasuk rambut aneka warna dan “dread perms” alias gaya dreadlock yang permanen.


Meski cenderung lebih identik dengan fashion, secara mendasar dreadlock tetap menjadi bentuk ungkap semangat anti kekerasan, anti kemapanan dan solidaritas untuk kalangan minoritas tertindas.

Sejarah Negro

Adalah sebuah gerakan atau organisasi keagamaan di AS yg berasal dari akidah atau agama kepercayaan berkembang menuju kepada aqidah Islam. Dalam perkembangannya gerakan atau organisasi ini menuju kapada yg benar sedikit-demi sedikit; maka lbh tepatnya sebagai suatu gerakan keagamaan yg sedang mencari bentuk menuju suatu yg haq menuju Islam yg benar. Oleh krn itu lbh tepat dikelompokan kedalam organisasi keagamaan Islam. Ta’rif ‘Umat Islam’ adl sebutan terhadap gerakan yg muncul di tengah-tengah masyarakat Muslim kulit hitam di Amerika. Mereka mengadopsi Islam dgn pemahaman-pemahaman tersendiri yg didominasi semangat rasialisme. Gerakan ini kemudian dikenal dgn nama ‘Bilalians’ setelah sebagian doktrin-doktrinnya diperbaiki. SEJARAH BERDIRI DAN TOKOH-TOKOHNYA Gerakan ini pertama kali didirikan oleh Wallace D. Fard seorang kulit hitam yg tidak jelas keturunannya. Secara tiba-tiba ia muncul di Detroit tahun 1930 menyeru orang-orang kulit hitam mengikuti madzhabnya. Juni 1934 ia menghilang secara misterius. Setelaah Elijah Pool atau Elijah Muhammad masuk ke pergerakan ini kegiatannya semakin meningkat berkembang pesat dan popular. Sehingga ia menduduki beberapa posisi penting malah menggantikan kedudukan Wallace sebagai ketua pergerakan. Tahun 1959 ia mengunjungi Saudi Arabia. Kemudian mengelilingi Turki Ethiopia Sudan dan Pakistan. Dalam kunjungannya itu ia didampingi puteranya Wallace Muhammad yg sekaligus menjadi penerjemahannya. Malcolm X salah seorang tokoh Bilalians yg pernah menjabat menteri utk kuil no. 7 di New York. Ia dikenal sebagai seorang orator dan pemikir. Pernah melakukan tour ke negara-negara Timur Tengah dan beribadah haji tahun 1963. Setelah kembali ia tidak mengakui prinsip-prinsip gerakan rasialisme dan menyatakan keluar dari gerakan. Kemudian ia membentuk sebuah kelompok yg disebut ‘Jama’ah Ahli Sunnah’. Tetapi akhirnya dia sendiri diculik dan dibunuh pada tanggal 21 Februari 1965. Tokoh lain yg cukup terkenal ialah Louis Farrakhan. Ia masuk Islam pada tahun 1950. kemudian ia menggantikan Malcolm X sebagai ‘Menteri’ utk kuil no. 7 di New York. Dia juga termasuk seorang orator penulis dan penceramah. Tokoh ini dinilai sangat erat dgn Kolonel Muammar Qaddafi. Ia menyerukan berdirinya sebuah negara merdeka bagi orang-orang kulit hitam di Amerika selama mereka tidak mendapat hak-hak social dan politiknya secara utuh. Wallace W. Muhammad dilahirkan di Detroit 30 Oktober 19933 menamakan dirinya Waraatsuddin Muhammad. Tahun 1958-1960 ia menjabat ‘Menteri’ pada kuil di Philadelpia. Tahun 1967 iamenunaikan haji. Setelah itu ia berulang kali mengunjungi Saudi Arabia. Tahun 1964 ia memisahkan diri dari pergerakan dan membuang habis prinsip-prinsip yg dianut ayahnya. Tetapi ia kembali lagi bergabung ke dalam pergerakan lima bulan sebelum ayahny meninggal dunia dgn harapan ia dapat memasukkan ide-ide perbaikan dari dalam terhadap pergerakan. Desember 1975 ia mengunjungi Islamic Centre di Washington. Tahun 1977 M ia menghadiri muktamar yg diselenggarakan Rabithah Alam Islami di New York di daerah New Jersey. Tahun 1977 juga ia menghadiri Konferensi Islam sebagai ketua delegasi yg dilaksanakan di Kanada. Setiap kali menghadiri konferensi ia selalu menyatakan ketulusannya dalam berupaya memahami Islam secara benar dan mengubah jama’ahnya dari pemahaman-pemahaman keliru. Tahun 1976 ia mengunjungi Saudi Arabia Turki dan sejumlah negara Timur serta menghadap tokoh-tokoh Islam negara yg dikunjunginya. Tahun 1975 ia mengumumkan tokoh-tokoh pendamping selama ia memimpin jama’ah. Mereka adl Karim Abdulaziz dan Dr. Na’Imam Muslim Akbar asisten khusus. Abdulhalim Farrakhan juru bicara organisasi. Dr. Abdulalim Syabbaz Dr Fathimah Ali dan Fahmiyyah Sulthan dewan penasehat bid. Kebudayaan. John Abdulhaq sekretris jenderal. Elijah Muhammad II komandan militer. Reymond Syarif ketua departemen kehakiman setelah menjadi komandan tertinggi pengawal pergerakan yg disebut Fruit of Islam disingkat FOI didirikan tahun 1937. Aminah Rasul ketua departemen kewanitaan yg disebut MGT. Dr. Michael Ramadhan delegasi dari seluruh dewan masjid dan komisi pengarahan. Thiroon Mahdi menjabat sebagi kepala tim pembedah kerusakan dan penyakit social di kalangan anggota pergerakan yg dibentuk tahun 1976 dgn nama Blight Arrest Pioneer Patrol disingkat BAPP badan ini sebagai pengganti FOI. Ibrahim Kamaluddin pengawas New Eart Team semacam proyek perumahan bagi kepentingan angota organisasi di selatan Chicago. Sultan Muhammad cucu Elijah Muhammad dipandang sebagai tokoh organisasi yg pemahaman keislamannya baik. Ia adl imam utk memimpin peribadatan di Washington. Muhammad Ali Cly petinju dunia termasyur ini pernah mengatakan bahwa Malcolm X yg menyebabkan ia tertarik dan bergabung ke dalam pergerakan ini. Ia termasuk salah satu anggota dewan yg dibentuk Wallace Muhammad setelah ia menjadi pemimpin pergerakan. Dewan termaksud bertujuan utk menyusun perencanaan jama’ah yg matang. PEMIKIRAN DAN DOKTRIN-DOKTRINNYA Perlu dicatat pemikiran pergerakan ini berkembang secara bertahap sesuai dgn kepribadian pemimpin yg mempengaruhinya. Karena itu kita mungkin dapat membaginya tiga fase. Pertama Fase Wallace D. Fard Pertama kali berdiri organisasi ini dikenal dgn sebutan ‘Umat Islam’ . Sering pula disebut sebagai ‘Kembalinya Umat Islam yg Hilang’. Dalam fase ini ide yg sangat menonjol ialah menekankan kepada seruan kebebasan persamaan keadilan dan berjuang meningkatkan nasib anggota. Arah semuanya terfokus kepada ketinggian ras kulit hitam dan keasliannya menekankan kepada keterkaitan mereka dgn kemurnian bangsa Afrika dan menyerang orang-orang kulit putih sebagai syaitan-syaitan. Untuk mencapai sasaran tersebut mereka bekerja keras mengubah pedoman hidup para pengikutnya dari Bibel kepada Al-Qur’an. Karena itu dibentuklah dua buah organisasi Muslim Girls Training organisasi khusus wanita dan Fruit of Islam sebuah organisasi khusus kaum pria yg arahnya lbh menjurus kepada sebuah pasukan kuat yg dapat melindungi pergerakan dan mengamankan pusat social dan politiknya. Kedua Fase Elijah Muhammad Elijah Muhammad mengumumkan bahwa Tuhan bukan sesuatu yg ghaib tetapi harus terjelma pada diri seseorang. Seseorang termaksud adl Fard manusia yg telah ditempati unsure-unsur ketuhanan. Dialah yg layak dimintai do’a dan diibadahi. Dengan demikian ia telah menyuntikkan faham-aham kebathinan kepada jama’ahnya. Sedangkan dia sendiri menempati posisi nabi sehingga ia digelari ‘Massager of Allah’ ‘Utusan Allah’. Pengikutnya dilarang memakai kutek meminum khamar merokok berlebihan dalam makan berzina bercampur baur antara pria dan wanita. Mereka dianjurkan menikah antara sesama anggota. Selanjutnya para pengikutnya dilarang pula bersantai-santai tempat-tempat hiburan dan warung kopi. Organisasi ini berusaha keras mengangkat ras kulit hitam. Bahkan dianggap sebagai sumber segala makna kebaikan. Berbarengan dgn itu mereka tidak henti-hentinya menghina bangsa-bangsa kulit putih sebagai orang-orang hina dan rendah. Tidak syak lagi bahwa pergerakanny hanya terbatas pada orang-orang kulit hitam. Keterbatasan ini sangat jelas tampak dalam doktrin-doktrinnya. Elijah hanya mempercayai sesuatu yg dapat diraba. Karena itu ia tidak mempercayai adanya Malaikat dan Hari Kebangkitan. Sebab menurutnya yg dimaksud dgn kebangkitan itu ialah kebangkitan berfikir orang-orang kulit hitam di Amerika. Ia juga menolak bahwa Nabi Muhammad sebagai Nabi teraklhir. Malah dia memproklamasikan dirinya sebagai rasul teraklhir dgn alas an tidak ada seorang rasulpun yg dating dgn bahasa kaumnya kecuali dia. Maka dialah Elijah Muhammad telah dating sebagai nabi yg membawa wahyu dari Fard dgn bahasa kaumya yaitu bahasa orang-orang kulit hitam. Dia selain percaya kepada kitab-kitab samawi juga mempercayai satu kitab khusus yg akan turun kepada kaumnya orang-orang kulit hitam. Kitab ini merupakan kitab samawi terakhir yg turun utk umat manusia. Pada masa Elijah Muhammad shalat lbh bersifat pembacaan surat Al-Fatihah do’a-do’a ma’tsur disertai dgn menghadap qiblat dan menghadirkan gambar Fard dalam fikiran. Shalat semacam ini itu dilakukan lima kali dalam satu malam. Setiap tahun mereka berpuasa pada bulan Desember sebagai pengganti puasa Ramadhan. Selain itu anggotanya diwajibkan membayar iuran sebesar sepersepuluh dari penghasilannya utk kepentingan organisasi. Dia menyusun beberapa buku yg menggambarkan ide dan fikirannya. Antara lain Massage to the Blackman Our Saviour has Arrived Supreme Wisdom The Fall of Amerika dan How to Eat to Life? Untuk melengkapi pblikasinya mereka menerbitkan sebuah buletin ‘Muhammad Speaks’ dalam bahasa mereka. Ketiga Fase Waritsuddin Muhammad Tgl 24 Nopember 1975 nama organisasi diubah menjadi ‘Bilalians’ dinisbatkan kepada Bilal al-Hansyi mu’adzin Rasulullah SAW. Tanggal 19 Juni 1975 Waritsuddin menghapus peraturan yg melarang kulit putih bergabung ke dalam organisasi. Dampaknya 25 Pebruari 1975 dalam sebuah pertemuan terbuka tampak sejumlah orang-orang kulit putih bergabung bersama mereka duduk berdampingan. Bendera Amerika diletakkan berdampingan dgn bendera organisasi. Sebelumnya bendera Amerika dipandang sebagai lambang kulit putih bermata biru syaitan dan dedemit. Tanggal 29 Agustus 1975 dikeluarkan sebuah keputusan perlunya penyelenggaraan puasa Ramadhan dan upacara ‘Idulfitri. Tanggal 14 Nopember 1975 buletin Muhammad Speaks diubah menjadi ‘Bilalians News’. Kemudian menyusul pengumuman bahwa imam organisasi disebut Imam Akbar pengganti perdana menteri. Kata-kata ‘menteri kuil’ diubah menjadi imam yg tugas utamanya mengurusi social-sosial keagamaan. Sedangkan urusan lainya diserahkan kepada pengurus pimpinan pusat organisasi. Seterusnya kuil-kuil mereka direnovasi supaya sesuai dgn kepentingan penyelenggaraan shalat. Tanggal 3 Oktober 1975 dikelurakan sebuah intruksi agar shalat dilakukan dgn benar seperti yg dilakukan umat Islam lima kali dalam satu hari satu malam. Lalu memperkokoh akhlak Islam dalam tata krama perasaan bersikap dan berhijab bagi wanita. Para da’i organisasi melakukan kunjungan ke penjara-penjara menyiarkan dakwah kepada penghuninya. Sehubungan dgn program ini para penjaga keamanan penjara telah mencatat beberapa kemajuan bahwa pesakitan orang kulit hitam yg terkenal dgn kenakalan dan pembangkangannya setelah masuk Islam mereka menjadi orang yg berdisiplin tinggi dan patuh. Dengan demikian bagian keamanan penjara merasa sangat berterima kasih dgn adanya kegiatan para da’i di penjara. Dalam rangka perbaikan organisasi pimpinan terus-menerus melakukan perbaikan terhadap pemahaman keislaman anggotanya. Hal tersebut tidak berarti bahwa organisasi ini telah berorientasi pada Islam yg benar 100 %. Tetapi jika dibandingkan dgn keadaan sebelumnya periode ini telah menampakkan arah perbaikan yg nyata menuju kepada yg lbh benar dalam beberapa segi baik mengenai pemikiran maupun aqidahnya. Karena itu organisasi ini masih sangat memerlukan perbaikan-perbaikan di bidang aqidah dan penerapannya sehingga benar-benar menjadi aqidah dan penerapan Islam yg murni. Sering terjadi keguncangan di kalangan pemimpin organisasi ini. Salah satu akibatnya tgl 15 Mei 1985 Waritsuddin mengumumkan pemecahan organisasi dan membiarkan tiap Biro organisasi bekerrja sendiri-sendiri. Setiap hari ada saja sesuatu yg baru mengenai nasib organisasi ini. Ada pula upaya-upaya yg dilakukan Mu’amar Qaddafi dan Iran utk menyetir dan mengarahkan supaya mengikuti kepentingan mereka. Di dalam organisasi ini sering muncul tokoh-tokoh baru selain tokoh-tokoh lama yg tenggelam entah kemana. Kadang-kadang muncul pula perpecahan yg mengancam keutuhan organisasi secara keseluruhan. AKAR PEMIKIRAN DAN SIFAT IDIOLOGINYA Gerakan ini muncul dibayang-bayangi oleh dua kekuatan besar yg tampil di tengah-tengah orang kulit hitam. Dua kekuatan itu ialah Gerakan Moorisme yg diserukan oleh Negro Amerika yg bernama Timothi Drew Ali . Gerakan yg didirikan tahun 1913 ini adl sebuah gerakan dakwah yg ajarannya merupakan campuran antara prinsip-prinsip social dan aqidah keagamaan yg ada di Asia. Mereka menggangap dirinya sebagai kaum Muslimin. Namun gerakan ini praktis lumpuh setelah kematian pimppinannya. Organisasi Marcus Garvey . Tahun 1916 Marcus mendirikan sebuah organisasi politik utk orang-orang kulit hitam dgn nama Universal Negro Improvement Association. Organisasi ini dinyatakan sebagai gerakan Kristen dgn keyakinan bahwa Al-Masih dan ibunya sebagai orang Negro. Kemudian tahun 1925 pemimpin organisasi ini dibuang dari Amerika. Peristiwa inilah yg mengakibatkan kemunduran organisasi. Karena The Bilalians dapat dikatakan sebagai gerakan yg memandang Islam sebagai warisan ruhani yg mempu menyelamatkan orang-orang Negro dari dominasi kulit putih dan mendorong mereka membentuk satu bangsa yg tersendiri yg memiliki hak kepentingan dan kedudukannya. PENYEBARAN DAN KAWASAN PENGARUHNYA Jumlah orang Negro di Amerika lbh dari 35 juta jiwa. Sekitar satu juta dari mereka adl Muslim. Masjid mereka disebut Temples . The Bilalians memiliki sekitar 80 cabang yg tersebar di berbagai kota di Amerika dan memiliki lbh dari 60 lembaga pendidikan. Jam pertama dari jadwal pelajaran tiap harinya dikhususkan utk pelajaran agama Islam. Umat Negro berpusat di Detroit Chicago dan Washington. Mereka memimpikan berdirinya sebuah negara merdeka. Di antara mereka terjalin persaudaraan yg erat seperti tampak pada cara penyelesaian persoalan-persoalan umum organisasi dan masyarakat Negro Muslim. Oleh Al-Islam Pusat Komunikasi dan Informasi Islam Indonesia
sumber file al_islam.chm